Sistem moneter: 1 Gulden = 100 sen (hingga 1948) 1 Rupiah = 100 sen (1945 - sekarang)
DUA SETTENGAH RUPIAH
Tahun terbit: 1956 Nilai: 2 1/2 rupiah Penerbit: Republik Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: pria tua dengan pakaian tradisional, latar merah tua Sisi belakang: simbol nasional burung Garuda Pancasila, latar hijau
SATU RUPIAH
Tahun terbit: 1951 Nilai: 1 rupiah Penerbit: Republik Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: pantai dengan pohon kelapa, teras sawah, latar biru Sisi belakang: gunung berapi, latar biru Pencetak: Security Banknote Company (SBNC), perusahaan AS
SATU RUPIAH
Tahun terbit: 1956 Nilai: 1 rupiah Penerbit: Republik Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: potret gadis Jawa, latar biru Sisi belakang: simbol nasional burung Garuda Pancasila, latar biru
DUA PULUH LIMA RUPIAH
Tahun terbit: 1959, 1 Januari Nilai: 25 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: teratai, kata-kata dalam ejaan lama masa kolonial "Djakarta", "Djanuari", latar hijau Sisi belakang: dua bangau, latar biru Pencetak: Thomas De La Rue & Company, Limited (TDLR), perusahaan Inggris
LIMA PULUH RUPIAH
Tahun terbit: 1959, 1 Januari Nilai: 50 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: bunga matahari, latar biru Sisi belakang: tanaman kapas, latar cokelat Pencetak: Thomas De La Rue & Company, Limited (TDLR), perusahaan Inggris
LIMA RUPIAH
Tahun terbit: 1951 Nilai: 5 rupiah Penerbit: Republik Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: potret pria Jawa, latar biru Sisi belakang: simbol nasional burung Garuda Pancasila, latar biru Pencetak: Security Banknote Company (SBNC), perusahaan AS
LIMA RUPIAH
Tahun terbit: 1947, 1 Januari Nilai: 5 rupiah Penerbit: Republik Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: potret Presiden Sukarno, kota Yogyakarta dalam ejaan lama "Djokjakarta", latar hijau Sisi belakang: peringatan tentang pemalsuan uang, latar hijau
SERIBU RUPIAH
Tahun terbit: 2018 Nilai: 1000 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: Kapitan Pattimura - pahlawan nasional dari Pulau Ambon, simbol perjuangan kemerdekaan, latar toska Sisi belakang: perahu nelayan di depan dan Kepulauan Maitara dan Tidore di Kepulauan Maluku di kejauhan, latar toska Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
SEPULUH RIBU RUPIAH
Tahun terbit: 1992 Nilai: 10000 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: potret Wakil Presiden Sri Sultan Hamengku Buwono IX, sultan dan gubernur daerah istimewa Yogyakarta. Adegan pramuka berkemah pada latar merah muda. Sisi belakang: Candi Borobudur - candi Buddha terbesar di dunia, latar merah muda Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
LIMA RATUS RUPIAH
Tahun terbit: 1982 Nilai: 500 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: Amorphophallus titanum - tanaman tropis yang dapat mencapai tinggi lebih dari tiga meter, latar hijau Sisi belakang: gedung bank nasional Indonesia Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
SERIBU RUPIAH
Tahun terbit: 1992 Nilai: 1000 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: Danau Toba di Pulau Sumatra, danau vulkanik terbesar di dunia, latar biru muda Sisi belakang: lompat batu Pulau Nias - ritual peralihan di Pulau Nias yang melibatkan lompatan melewati batu setinggi dua meter Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
LIMA RIBU RUPIAH
Tahun terbit: 1992 Nilai: 5000 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: sasando Rote - alat musik mirip harpa dari Pulau Rote, terdiri dari tabung bambu yang dikelilingi daun palem kering (Borassus flabellifer) Sisi belakang: kawah Gunung Kelimutu dengan tiga danau berwarna berbeda: merah, biru, dan hijau; warna danau berubah secara berkala seiring aktivitas vulkanik Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
DUA SETENGAH RUPIAH
Tahun terbit: 1968 Nilai: 2 1/2 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: Jenderal Sudirman, komandan pertama angkatan bersenjata nasional Indonesia Sisi belakang: perempuan memanen kopra - inti kelapa putih kering untuk membuat minyak kelapa Pencetak: P.N. Pertjetakan Kebajoran, perusahaan Indonesia
LIMA RUPIAH
Tahun terbit: 1968 Nilai: 5 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: Jenderal Sudirman, komandan pertama angkatan bersenjata nasional Indonesia Sisi belakang: Bendungan Jatiluhur yang dibangun antara 1957 dan 1965 di Provinsi Jawa Barat Pencetak: P.N. Pertjetakan Kebajoran, perusahaan Indonesia
SERATUS RUPIAH
Tahun terbit: 1984 Nilai: 100 rupiah Penerbit: Bank Indonesia Jenis: uang kertas Sisi depan: merpati Victoria Goura, spesies merpati besar asli Papua (New Guinea), dengan bulu biru keabu-abuan dan jambul berenda Sisi belakang: Bendungan Tangga Asahan - bendungan yang dibangun antara 1978 dan 1981 di Sungai Asahan, Sumatra Utara Pencetak: Perum Percetakan Uang RI (PERURI), perusahaan Indonesia
50 Cent
Tahun terbit: 1943, 2 Maret Nilai: 50 sen Penerbit: Hindia Belanda Jenis: uang kertas Sisi depan: potret Wilhelmina, Ratu Belanda, yang memerintah selama 58 tahun antara 1890 dan 1948, masa pemerintahan terlama seorang monarki Belanda Sisi belakang: peringatan tentang pemalsuan uang, ditulis dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Belanda, latar hijau Pencetak: American Banknote Company (ABNC), perusahaan AS
SEPOELOEH ROEPIAH
Tahun terbit: 1944 Nilai: 10 rupiah Penerbit: Dai Nippon Teikoku Seihu (Pemerintah Kekaisaran Jepang) Jenis: uang kertas Sisi depan: penari dari Pulau Jawa Sisi belakang: dua stupa dan patung Buddha dari Candi Borobudur Pencetak: kemungkinan dicetak secara lokal di Sumatra
SERATOES ROEPIAH
Tahun terbit: 1944 Nilai: 100 rupiah Penerbit: Dai Nippon Teikoku Seihu (Pemerintah Kekaisaran Jepang) Jenis: uang kertas Sisi depan: di kiri terdapat patung dengan singa, di kanan patung Wisnu menunggang burung Garuda, simbol nasional Indonesia Sisi belakang: wayang - bentuk teater boneka tradisional yang berasal dari Pulau Jawa; kini juga ditemukan di Bali. Pertunjukan wayang sering menceritakan episode dari mitologi Hindu. Pencetak: kemungkinan dicetak secara lokal di Sumatra
TEN DOLLARS
Tahun terbit: 1944 Nilai: 10 dolar Penerbit: Pemerintah Jepang Jenis: uang kertas Sisi depan: pohon palem, pohon pisang (karena itulah julukan "banana money" untuk uang kertas jenis ini), pohon dan buah jambu, di sisi kanan buah nanas. Uang kertas semacam ini digunakan selama pendudukan Jepang di Malaysia, Singapura, dan bagian utara Pulau Borneo (wilayah Sabah dan Sarawak) Sisi belakang: pemandangan dengan pohon palem, laut dengan kapal modern di kejauhan Pencetak: kemungkinan dicetak secara lokal di Sumatra
Note: The objects illustrated in this article are part of the author's private collection.