Kebijakan Editorial

Museum Nusantara

Kebijakan Editorial

Misi dan Tujuan Edukasi

Museum ini hadir untuk mendukung edukasi budaya dan pelestarian warisan. Artikel ditulis untuk memberikan konteks sejarah, meningkatkan pemahaman publik, dan membuat pengetahuan lebih mudah diakses lintas bahasa serta wilayah.

Standar Riset dan Penggunaan Sumber

Konten disusun berdasarkan riset dari buku, materi arsip, referensi akademik, publikasi museum, dan dokumentasi sejarah yang kredibel. Jika memungkinkan, beberapa sumber dibandingkan sebelum publikasi. Sumber primer diprioritaskan, sementara sumber sekunder digunakan untuk konteks dan interpretasi.

Penanganan Ketidakpastian

Interpretasi sejarah dapat mengandung ambiguitas. Jika bukti tidak lengkap, diperdebatkan, atau belum pasti, hal tersebut dinyatakan secara jelas dalam artikel. Kami membedakan antara fakta terverifikasi, interpretasi yang beralasan, dan pertanyaan yang masih terbuka.

Kebijakan Sumber Gambar dan Atribusi

Gambar dari koleksi pribadi diprioritaskan dan didokumentasikan secara langsung. Jika gambar pihak ketiga digunakan untuk tujuan edukasi, atribusi dicantumkan ketika diwajibkan atau memungkinkan. Hak cipta tetap berada pada pemegang hak asli kecuali dinyatakan lain secara tegas.

Pernyataan tentang Bantuan AI untuk Penulisan dan Terjemahan

Alat digital, termasuk sistem AI, dapat membantu alur penulisan awal, penyempurnaan bahasa, dan terjemahan. Keputusan editorial akhir, verifikasi fakta, dan tanggung jawab publikasi tetap sepenuhnya berada pada manusia di bawah kendali kurator.

Kebijakan Koreksi

Akurasi adalah komitmen berkelanjutan. Jika ditemukan kesalahan fakta, masalah atribusi, atau persoalan terjemahan, koreksi akan ditinjau dan diterapkan sesuai kebutuhan. Pembaca dan peneliti dipersilakan mengirimkan koreksi melalui kanal kontak pada halaman Tentang.